PERBEDAAN KPR SYARIAH, KPR BANK SYARIAH DAN KONVENSIONAL
Home » Blog , Fiqih Mu'amalah » PERBEDAAN KPR SYARIAH, KPR BANK SYARIAH DAN KONVENSIONAL

PERBEDAAN KPR SYARIAH, KPR BANK SYARIAH DAN KONVENSIONAL

PERBEDAAN KPR SYARIAH, KPR BANK SYARIAH DAN KONVENSIONAL  PIHAK YANG TRANSAKSI    KPR Syariah: 2 Pihak yaitu antara pembeli dan developer
Banking

PERBEDAAN KPR SYARIAH, KPR BANK SYARIAH DAN KONVENSIONAL

PIHAK YANG TRANSAKSI


KPR Syariah: 2 Pihak yaitu antara pembeli dan developer

Bank Syariah: 3 Pihak yaitu antara pembeli, developer dan bank

Bank Konvensional: 3 Pihak yaitu antara pembeli, developer dan bank

Maka harus kita cermati apakah KPR bank baik syariah atau konvensional terjadi transaksi jual beli atau hanya pendanaan dari bank. Jika memang jual beli maka halal dan jika hanya pendanaan bank maka haram.


BARANG JAMINAN

KPR Syariah: Rumah yang di perjualbelikan/kredit tidak dijadikan jaminan

Bank Syariah: Rumah yang diperjualbelikan/kredit dijadikan jaminan

Bank Konvensional: Rumah yang diperjualbelikan/kredit dijadikan jaminan

Ada ikhtilaf ulama mengenai apakah barang yang diperjualbelikan boleh dijadikan jaminan atau

dilarang. Dalam hal ini, KPR Syariah mengambil pendapat bahwa rumah yang sedang

diperjualbelikan/kredit dilarang dijadikan jaminan. Jadi untuk jaminan memakai barang yang lain.


SISTEM DENDA


KPR Syariah: Tidak ada denda

Bank Syariah: Ada denda

Bank Konvensional: Ada denda

Dalam KPR Syariah tidak boleh ada denda jika ada keterlambatan cicilan karena itu termasuk riba.

Dalam jual beli kredit maka sejatinya adalah hutang piutang. Jadi jika harga sudah di akadkan maka

tidak boleh ada kelebihan sedikitpun baik dinamakan denda, administrasi atau bahkan infaq

sekalipun. Karena ini termasuk mengambil manfaat dari hutang piutang yaitu riba.


SISTEM SITA

KPR Syariah: Tidak ada sita

Bank Syariah: Tidak ada sita

Bank Konvensional: Ada sita

Dalam KPR Syariah tidak boleh melakukan sita jika pembeli tidak sanggup mencicil lagi. Karena

rumah tersebut sudah sepenuhnya milik pembeli walaupun masih kredit. Solusinya adalah pembeli

ditawarkan untuk menjual rumahnya baik lewat pembeli atau dengan bantuan developer.

Jika misal sisa hutang masih 100 juta kemudian rumah terjual 300 juta. Maka pembeli membayar

sisa hutang yang 100 juta dan nilai 200 juta adalah hak pembeli.


SISTEM PENALTY

KPR Syariah: Tidak ada penalty

Bank Syariah: Tidak ada penalty

Bank Konvensional: Ada penalty

Jika pembeli mempercepat pelunasan misal dari tenor waktu 10 tahun kemudian di tahun 8 sudah

lunas maka tidak ada penalty dalam KPR Syariah karena itu adalah riba. Bahkan ada sistem diskon

yang nilainya dikeluarkan saat pelunasan terjadi.


SISTEM ASURANSI

KPR Syariah: Tidak ada asuransi

Bank Syariah: Ada asuransi

Bank Konvensional: Ada asuransi

Dalam KPR Syariah tidak memakai asuransi apapun karena asuransi adalah haram yang didalamnya

ada riba, ghoror, maysir dan lain-lain.


SISTEM BI CHECKING ATAU BANKABLE

KPR Syariah: Tidak ada BI Checking/Bankable

Bank Syariah: Ada BI Checking/Bankable

Bank Konvensional: Ada BI Checking/Bankable

Dalam KPR Syariah tidak ada BI Checking/Bankable sehingga sangat memberikan kemudahan bagi

calon pembeli yang kesulitan jika melalui sistem BI Checking/Bankable seperti:


1. Karyawan Kontrak

Syarat lolos BI Checking/Bankable secara umum adalah karyawan tetap. Jadi bagi karyawan kontrak

akan kesulitan jika ingin membeli rumah lewat bank.


2. Pengusaha/pedagang Kecil

Syarat lainnya yang bisa meloloskan calon buyer dari BI Checking/Bankable adalah pengusaha yang

memiliki izin usaha dan laporan keuangan. Jadi bagi pedagang kecil seperti tukang bakso, somay,

gorengan dan lainnya akan sulit jika ingin membeli rumah lewat bank.


3. Usia Lanjut

Calon pembeli yang sudah usia lanjut diatas 50 tahun maka tidak akan bisa membeli rumah lewat

bank karena ada batasan usia produktif jika membeli lewat bank.

Inilah penjelasan tentang perbedaan KPR Syariah dengan KPR Bank baik Bank Syariah ataupun

Konvensional.

KPR Syariah in syaa Allah dalam transaksinya terhindar dari sistem ribawi dan juga banyak

kemudahan yang diberikan bagi para calon pembeli.

Semoga Allah 'Azza wa Jalla memberikan kemudahan kepada kita semua untuk membeli rumah

dengan sistem syariah tanpa riba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Semoga Masuk Surga

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.