Tanya Jawab Fiqih Mu'amalah Step Dasar-Tamat
Home » Blog , Fiqih Mu'amalah » Tanya Jawab Fiqih Mu'amalah Step Dasar-Tamat

Tanya Jawab Fiqih Mu'amalah Step Dasar-Tamat

 

Tanya Jawab Fiqih Mu'amalah Step Dasar-Tamat  1. Bagaimana hukum nya jika pembeli nya anti hukum syariah ..di tolak proses nya / di lanjut
Faqs

Tanya Jawab Fiqih Mu'amalah Step Dasar-Tamat

1. Bagaimana hukum nya jika pembeli nya anti hukum syariah ..di tolak proses nya / di lanjut

2. bagai mana dengna pembeli non muslim yg jelas tidak mengenal syariah secara hukum jual beli nya 

wassallam



Jawabannya:


1. Syarat sah jual beli adalah ridho dan khiyar ( ada proses memilih ) jika dia tdk bersedia maka jual belinya tdk sah, jd di tolak saja.


2. Jual beli dg non muslim boleh, walau dia tdk faham soal hukum syariah.yg penting dia mengerti syarat 2 yg kita ajukan dan setuju. 


Dulu Rasul dan para sahabat biasa ber mualamah dg non muslim


Ustadz, kalau saya masih mempunyai tabungan di bank konvensional sebagai sarana transaksi saja, karena ATM nya banyak misalnya dan rekan bisnis juga menggunakan itu, saya tidak berharap adanya tambahan dari tabungan tersebut..bgmn Ustadz? Jazakallah


Jawabannya:


Boleh tp dg syarat bunganya hrs di nol_kan ya...


Skrg hampir semua bank konven bs kok di nol kan bunganya. Sy sdh melakukan itu..


Maaf ust ijin bertanya.

Bagaimana bila ada developer yang melakukan akad  kerjasama subsidi rumah (akad by custom) dengan bank syariah? Sehingga mereka mengklaim bahwa rumah kami rumah syariah. Bagaimana menurut pandangan ust? Mohon penjelasan. Syukron katsiran :pray:🏻


Jawabannya:


Akad2 bank syariah yg sekarang msh banyak yg campuran dg akad bank konven. Jd sebaiknya dihindari berakad dg Bank Syariah.


Jika pun bisa maka bbrp akadnya hrs di perbaiki, krn msh ada akad yg fasad ( rusak )


Bbrp bank syariah sdh ada yg bs lunak kpd nasabah yg faham hukum Mu'amalah syaraih...


Sy tau krn sy pernah bbrp kali membantu pihak bank syariah dlm membuat akad2 dg nasabahnya


Ustad,bagaimana hukum asuransi syariah ada yg bilang gak boleh ..mksh


Jawab:


Asuransi syariah ada 2 pendapat, Boleh dan tdk.


Sy cenderung yg tdk Boleh.


Krn produk yg di jual belikan tdk ada unsur barang atau jasa.


Tp banyak hal lain juga terkait dg akad2 nya


Mgkn hrs khusus nanti kita bahas soal jenis Mu'amalah2 yg tdk berasal dr Islam.


Ustadz, apa bedanya kredit sama utang..?


Krna ada ustadz yg bilang, boleh kredit tapi hindari hutang.??. 


Syukron..


Kredit itu jual beli tp tdk secara tunai jadi sisa pembayarannya itu yg menjadi hutang.


Klo hutang itu murni tdk ada jual beli tapi sebagai bentuk pinjaman yg tidak ada unsur manfaat bisnisnya.


Assalamualaikum Pak ustadz saya mau tanya apakah benar atau salah maklumlah saya masih cetek ilmu bukankah Riba adalah memberikan bunga yang cukup memberatkan ya misal ada seseorang meminjam uang kepada kita tapi kita sebagai yang memberi pinjaman memberikan bunga dan menentukan sekian besarannya kalau menurut sepengetahuan saya ini riba.... tapi kalau kita menabung atau menyimpan deposito di bank konven karena bersifat investasi dan itupun kita sebagai penginventasi tidak mematokan keuntungan berapa besaran prosentasenya malah bank menawarkan benevit besaran share profitnya pertahun apakah termasuk sebagai Riba y mohon pencerahannya terima kasih Wassalamualaikum


Berikut jawabannya ya :


1. Setiap adanya tambahan ( ziyadah ) dari pengembalian pinjaman, baik itu kecil atau bsr maka tetap dikatakan riba. Seperti halnya khamar baik sedikit atau banyak tetap aja haram hukumnya.


2. Untuk di bank jika kita akadnya menabung maka  seharusnya ya tidak mendapatkan apa2. 


Klopun investasi (misalkan deposito) maka pertanyaan nya di mana letak investasinya? Uang kita di gunakan utk investasi apa?


Karena investasi itu harus jelas bisnis apa yg di jalankan oleh pihak bank? Karena faktanya uang kita itu bukan di investasikan tetapi di pinjamkan ke kreditur dg pengembalian di sertai bunga.


Deposito, investasinya bisa dalam bentuk suku maupun pembiyaan. Bagi hasil tersebut diberikan antara mudharib & shahibul mall. Disini bank mewakili shohibul mall yaitu nasabah. Jadi Deposito diperbolehkn dalam bank syariah. Kecuali tabungan sistemnya wadiah maka ada potongan simpanan & tidak dapat bagi hasil


Jawab:


Yg mesti di kritisi adalah :


1. Apakah benar ada akad wakalah dr nasabah ke bank? Karena faktanya biasanya selalu klausul umum saja dan tidak ada kejelasan investasi nya untuk apa?


2. Jika diwakalahkah apakah ada kejelasan investasi untuk apa? Karena akad syirkah itu harus jelas tentang syirkahnya untuk apa. Sementara di bank syariah uang tersebut di akadkan lagi dengan nasabah lain yang produknya masih belum jelas. Atau bisa juga dalam bentuk sukuk, tapi itu malah lebih bisa lagi investasinya.


3. Investasi itu ada untung dan rugi, kenapa di bank syariah selalu untung dan tidak pernah rugi, jadi ini akadnya mirip dengan riba.


Ust, apakah barter itu mengandung riba? Terima kasih

Jawab : 


Barter bukan riba, tapi agar barter tersebut khair menurut pandangan islam maka ada beberapa syaratnya yang harus di penuhi...


Syarat barter :


1. Jika barang yang dipertukarkan adalah sama dan sejenis misalnya emas dengan emas, perak dengan perak, maka syaratnya dua: jumlahnya harus sama dan ada serah terima secara langsung. 


2. Jika barang yang dipertukarkan berbeda tetapi masih dalam satu jenis, misalnya emas dengan perak. Maka dalam kondisi demikian syaratnya satu yaitu ada serah terima meski jumlahnya berbeda sesuai dengan kesepakatan.


3. Jika barang dan jenisnya berbeda, misalnya emas dengan beras. Maka dalam hal ini kedua syarat di atas tidak berlaku. 


Kesimpulannya, barter diperbolehkan asalkan memenuhi kaidah di atas serta asalkan dilakukan secara sukarela antara pembeli dan penjual atau antara kedua belah pihak yang saling bertukar barang. 


 Wallahu a'lam...


 Ustadz, seperti apa sih investasi yg syari tersebut? Misalnya neh, saya punya usaha, terus ada temen yg modalin, nah apakah modalnya tersebut nanti kita balikin seutuhnya? Terus bagi hasil yg kita berikan ke dia tersebut bukan termasuk riba? Misal temen ini jadi investor saya kasih modal 100juta, perjanjian setelah dua tahun modal balik, tiap bulan bagi hasil, 60:40. Apalah boleh seperti itu, atau ada konsep lain?

Jawab: 


Itu ngga boleh...jadi kaya riba namanya.


Klo mau kerjasama gunakan sistem syirkah.


Islam mengatur bermacam-macam syirkah, jenis nya banyak tergantung akad antara musyariknya ( orang yg bersyirkah )


Adakah panduan dalam muamalah, batasan (%) dalam mengambil keuntungan.?

Jawab: 

Tidak ada.. itu tergantung kesepakatan dan keridhaan semua pihak yg bermuamalah.


 Tanya Jawab Fiqih Mu'amalah Step Dasar-Tamat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Semoga Masuk Surga

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.